Thursday, September 6, 2012

Surat Elektronik Untuk Lelaki Paling Tampan

Dear Bpk. Agus Yogie Wiwoho
Ditempat

Jakarta, September 2012

Entah kata apa yang harus saya mulai untuk mengungkapkan dan cara apa yang harus saya mulai untuk menunjukan, bahwa betapa saya sangat merindukan dan membutuhkan anda saat ini. Saya tidak tahu anda sedang apa, bagaimana bentuk dan rupa anda sekarang. Yang saya ingat hanya memori kenangan kita sekitar hampir 11 tahun yang lalu. Itu pun terlihat kabur dipikiran saya. Salah satu cara yang saya lakukan adalah membawa foto anda, foto-foto kenangan kita bersama kemanapun saya pergi, dan meletakkan foto anda dibawah bantal tidur saya, sekedar agar saya selalu mengingat wajah anda dan berharap anda masuk kedalam mimpi saya. Karena mengingat anda adalah sumber kekuatan bagi saya.

Namun terkadang Tuhan berkehendak lain. "Kenapa anda hampir tidak pernah masuk ke dalam mimpi saya lagi? Apakah anda tidak rindu kepada saya?" Saya sedih..
Tetapi.. Sedih ini selalu saya urai dalam doa yang memanja kepadaNya. Karena saya tahu, anda akan lebih sedih dan terluka melihat saya menangis. Namun jika saya melakukannya, maafkan saya. Saya manusia yang mempunyai keterbatasan dalam mengatur emosi. Tapi setelah itu saya meminta maaf kepada Tuhan, agar Dia memaafkan saya yang telah menangis dan membuat anda bersedih melihat tingkah saya. Jujur dalam beberapa kondisi saya amat sangat membutuhkan sosok anda. Saya selalu berdoa dan mencoba berpikir positif kalau anda sudah nyaman disana. Semoga surat elektronik ini dapat menyampaikan pesan saya kepada anda. Saya akan mencoba selalu kuat untuk anda dan orang-orang yang saya sayangi. Mencoba menjadi apa yang anda harapkan terhadap saya dengan cara saya sendiri. Surat ini hanya salah satu cara agar anda percaya bahwa betapa saya menyayangi anda dari seluruh hidup saya dan selalu menyimpan anda dihati, pikiran, dan jiwa sampai kapanpun. Cukup sekian surat dari saya.

Salam rindu dan cinta kasih,
Anakmu.

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang

Hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala

Mimpi-mimpi serta harapanmu
Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi semua maumu
Andaikan detik itu kan bergulir kembali

Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

( Ada Band feat Gita Gutawa - Yang Terbaik Bagimu)



Saturday, September 1, 2012

Me, My Self and I

"Mba, belum pulang? Mba..??" Sapaan office boy itu membuyarkan konsentrasi ku menyelesaikan laporan mingguan yang harus kukirimkan ke atasanku malam ini juga. "Iya sebentar lagi." Jawabku sambil tersenyum. Ku lihat jam dinding sudah menunjukan pukul 8 malam. Tidak lama setelah selesai ku kirimkan laporanku, bergegas aku pulang.

Sesampainya dirumah, ku segerakan untuk mandi dan makan. Aku lupa bahwa aku belum melirik handphone ku sedari tadi siang. Benar saja ada 3 pesan masuk dan 5 panggilan tidak terjawab. Namanya terlihat dilayar handphone ku. Segera akumenghubunginya.
"Maaf baru membaca pesanmu. Aku pulang kerja jam 8 malam dan sekarang baru selesai makan dan mandi. Jangan marah yah :)"
"Sudah aku duga. Yaudah kamu istirahat dulu, nanti aku hubungi kembali."
Akhir-akhir ini aku memang sibuk dengan urusanku sendiri. Pekerjaan yang sedang meningkat membuatku semakin berlama-lama dikantor serta tugas-tugas kuliah yang sedang banyak-banyak nya menjelang Ujian Akhir Semester. Ya inilah konsekuensi kerja sambil kuliah. Banyak waktu yang harus dikorbankan. Seperti waktuku bersamamu.

Awalnya aku tidak yakin bisa menjalani hubungan ini ditengah aktivitasku yang padat. Tapi kamu menyakinkan aku bahwa kita bisa menjalaninya. "Kita menjalani hubungan ini jarak jauh, dan aku punya kesibukan lain juga. Asal setelah aktivitasmu hari itu selesai kamu tidak lupa menghubungiku. Aku juga akan melakukan hal yang sama. Maka semua tidak akan terasa, yang terasa hanya kita akan selalu dekat." Begitu katamu waktu itu.


Kurebahkan tubuhku, mungkin lebih baik mendengarkan lagu dari salah satu radio favoritku. Memikirkan ini tidak akan ada habisnya, apalagi jika dipikirkan dengan mengandalkan ego ku yang sedang tinggi akibat kelelahan.

"Selamat malam listener. Waktunya segmen Senandung Lagu Cinta. Untuk lagu pembuka mari kita dengarkan lagu dari Lia AFI dengan judul Aku Jadi Cemburu. Selamat mendengarkan..."
Aku jadi cemburu
Melihat engkau terhanyut larut dalam duniamu
Melupakan aku untuk sesuatu
Yang membuatmu jauh dariku
Hingga dirimu terambil dari
Kebahagiaan dalam hidupku
Demi cintamu kepadaku
Jangan tinggalkan aku
Walau sedetik didalam hidupmu
Demi cintamu kepadaku
Yakinkanlah diriku
Engkaulah pilihan dalam hidupku
Mendengar lagu itu pikiranku kembali melayang kearahmu. Penyiar radio itu rasanya bisa membaca keadaanku. Apa itu yang kamu rasakan seperti penyanyi dilagu itu?
Maafkan aku yang terkadang membutuhkan waktu untuk diriku sendiri, sekedar untuk beristirahat sehingga lupa menghubungimu.
Maafkan aku juga yang terkadang menginginkan atau merindukan sosok yang benar-benar ada disampingku ketika aku sedang amat sangat lelah dan butuh tempat untuk bersandar.
Dan maafkan aku yang pernah berpikir untuk mengakhiri saja hubungan ini karena aku tidak menjalankan kewajiban aku sebagaimana pasangan semestinya.

Sejauh ini kita bertahan. Kamu bertahan dengan memberikan kepercayaan kepadaku dan selalu memberi perhatian. Sedangkan aku bertahan disela lelahku untuk mengingat bahwa disana ada seseorang yang mengkhawatirkan keadaanku, yaitu kamu.

Lagu itu selesai ku download, dan sekarang akan menjadi lagu favoritku.
Email terkirim.
Ku kirimkan lagu ini untukmu, agar kita saling mengingat disaat kita mulai sama-sama sibuk dan sedikit melupakan. Terima kasih untuk semuanya sampai saat ini. Aku selalu menantikan kedatanganmu untuk menghabiskan waktu kita berdua :)