Saturday, September 1, 2012

Me, My Self and I

"Mba, belum pulang? Mba..??" Sapaan office boy itu membuyarkan konsentrasi ku menyelesaikan laporan mingguan yang harus kukirimkan ke atasanku malam ini juga. "Iya sebentar lagi." Jawabku sambil tersenyum. Ku lihat jam dinding sudah menunjukan pukul 8 malam. Tidak lama setelah selesai ku kirimkan laporanku, bergegas aku pulang.

Sesampainya dirumah, ku segerakan untuk mandi dan makan. Aku lupa bahwa aku belum melirik handphone ku sedari tadi siang. Benar saja ada 3 pesan masuk dan 5 panggilan tidak terjawab. Namanya terlihat dilayar handphone ku. Segera akumenghubunginya.
"Maaf baru membaca pesanmu. Aku pulang kerja jam 8 malam dan sekarang baru selesai makan dan mandi. Jangan marah yah :)"
"Sudah aku duga. Yaudah kamu istirahat dulu, nanti aku hubungi kembali."
Akhir-akhir ini aku memang sibuk dengan urusanku sendiri. Pekerjaan yang sedang meningkat membuatku semakin berlama-lama dikantor serta tugas-tugas kuliah yang sedang banyak-banyak nya menjelang Ujian Akhir Semester. Ya inilah konsekuensi kerja sambil kuliah. Banyak waktu yang harus dikorbankan. Seperti waktuku bersamamu.

Awalnya aku tidak yakin bisa menjalani hubungan ini ditengah aktivitasku yang padat. Tapi kamu menyakinkan aku bahwa kita bisa menjalaninya. "Kita menjalani hubungan ini jarak jauh, dan aku punya kesibukan lain juga. Asal setelah aktivitasmu hari itu selesai kamu tidak lupa menghubungiku. Aku juga akan melakukan hal yang sama. Maka semua tidak akan terasa, yang terasa hanya kita akan selalu dekat." Begitu katamu waktu itu.


Kurebahkan tubuhku, mungkin lebih baik mendengarkan lagu dari salah satu radio favoritku. Memikirkan ini tidak akan ada habisnya, apalagi jika dipikirkan dengan mengandalkan ego ku yang sedang tinggi akibat kelelahan.

"Selamat malam listener. Waktunya segmen Senandung Lagu Cinta. Untuk lagu pembuka mari kita dengarkan lagu dari Lia AFI dengan judul Aku Jadi Cemburu. Selamat mendengarkan..."
Aku jadi cemburu
Melihat engkau terhanyut larut dalam duniamu
Melupakan aku untuk sesuatu
Yang membuatmu jauh dariku
Hingga dirimu terambil dari
Kebahagiaan dalam hidupku
Demi cintamu kepadaku
Jangan tinggalkan aku
Walau sedetik didalam hidupmu
Demi cintamu kepadaku
Yakinkanlah diriku
Engkaulah pilihan dalam hidupku
Mendengar lagu itu pikiranku kembali melayang kearahmu. Penyiar radio itu rasanya bisa membaca keadaanku. Apa itu yang kamu rasakan seperti penyanyi dilagu itu?
Maafkan aku yang terkadang membutuhkan waktu untuk diriku sendiri, sekedar untuk beristirahat sehingga lupa menghubungimu.
Maafkan aku juga yang terkadang menginginkan atau merindukan sosok yang benar-benar ada disampingku ketika aku sedang amat sangat lelah dan butuh tempat untuk bersandar.
Dan maafkan aku yang pernah berpikir untuk mengakhiri saja hubungan ini karena aku tidak menjalankan kewajiban aku sebagaimana pasangan semestinya.

Sejauh ini kita bertahan. Kamu bertahan dengan memberikan kepercayaan kepadaku dan selalu memberi perhatian. Sedangkan aku bertahan disela lelahku untuk mengingat bahwa disana ada seseorang yang mengkhawatirkan keadaanku, yaitu kamu.

Lagu itu selesai ku download, dan sekarang akan menjadi lagu favoritku.
Email terkirim.
Ku kirimkan lagu ini untukmu, agar kita saling mengingat disaat kita mulai sama-sama sibuk dan sedikit melupakan. Terima kasih untuk semuanya sampai saat ini. Aku selalu menantikan kedatanganmu untuk menghabiskan waktu kita berdua :)

No comments:

Post a Comment